MADU DALAM DUNIA KEDOKTERAN

 Madu dalam         Dunia kedokteran

Sunting

Sepanjang sejarah, madu sudah digunakan manusia untuk mengobati berbagai jenis penyakit, namun baru beberapa periode ini antiseptik dan antibakteri yang berasal dari madu bisa dijelaskan secara kimiawi.

Efek OsmotikSunting

Madu memiliki efek osmotik.[16] Pada dasarnya madu merupakan campuran dari monosakarida dengan aktifitas air yang rendah, kebanyakan molekul air selalu berhubungan dengan gula dan juga mikroorganisme. Hal ini membuat madu menjadi media yang tidak bagus untuk mikroorganisme berkembang biak.

Hidrogen PeroksidaSunting

Hidrogen Peroksida terbentuk dari pelepasan yang lambat oleh enzim glukosa oksida yang ada di madu. Hal ini terjadi jika madu dicairkan, di mana oksigen dibutuhkan untuk reaksi ini, aktif hanya jika keasaman madu dinetralisasi oleh cairan tubuh, dapat dihancurkan oleh adanya enzim pencerna protein, dan akan hancur jika madu terpapar panas atau sinar.[17]


Madu juga dapat menonaktifkan logam bebas, yang tidak akan mengkatalisis pembentukan radikal oksigen bebas dari hidrogen peroksida, yang menyebabkan peradangan. Juga, unsur antioksidan dalam madu membantu membersihkan radikal bebas oksigen yang ada..[18]
C6H12O6 + H2O + O2 → C6H12O7 + H2O2(reaksi oksidasi glukosa)
Pada saat madu digunakan (seperti dioleskan pada luka) hidrogen peroksida dihasilkan saat madu mencair terkena cairan tubuh. Sebagai hasilnya, hidrogen peroksida dilepaskan perlahan lahan dan menjadi antiseptik.

Pengobatan penderita diabetesSunting

Madu juga sudah terbukti bisa digunakan untuk pengobatan luka pada penderita diabetes di mana pasien tidak bisa menggunakan antibiotik.[19]
Karena manisnya dari madu berupa fruktosa dan apabila masuk kedalam tubuh akan langsung diubah menjadi energi tanpa perlu hormon insulin untuk mengubahnya.Sehingga dapat menyembuhkan penderita diabetes.

KeasamanSunting

Keasaman (PH) madu berkisar dari 3.2 sampai 4.5.[20] Kondisi asam ini dapat mencegah tumbuhnya bakteri.

MetilglioksalSunting

Aktivitas antibiotik nonperoksida disebapkan oleh metilglioksal (MGO) dan komponen sinergi yang tidak dikenali. Kebanyakan madu mengandung MGO yang sangat rendah, namun madu manuka mengandung MGO yang sangat tinggi. Tingkat sinergi dalam madu manuka dua kali lipat lebih dari aktivitas antibakteri MGO.[17]

Efek nutraseutikalSunting

Antioksidan dalam madu pernah diujikan pada tikus dan mampu mengurangi kerusakan yang terjadi di usus besar.[21] Hal ini sesuai dengan pengobatan tradisional.[22]

Meredakan sakit tenggorokan dan batukSunting

Madu juga sudah digunakan berabad-abad untuk meredakan sakit tenggorokan dan batuk.[23]

Aplikasi medis lainnyaSunting

Beberapa studi menunjukkan penggunaan madu dapat mengurangi bau badan, bengkak, dan mengobati luka.[20] Madu telah terbukti menjadi pengobatan yang efektif untuk konjungtivitis pada tikus.[24] Madu dipasteurisasi secara luas diyakini dapat mengurangi alergi, meskipun tidak secara komersial disaring atau madu mentah terbukti lebih efektif dibandingkan plasebo dalam studi terkontrol dari 36 peserta dengan alergipada mata.[25]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Madu alami

KANDUNGAN